A.
Pendahuluan
Tidak
semua pengunjung perpustakaan senang membaca diperpustakaan sehingga harus
meminjam buku yang mereka butuhkan. Buku yang dipinjam pengguna harus
dikembalikan keperpustakaan. Pengembalian bahan pustaka tersebut harus tepat
pada waktunya, agar pengguna yang lain dapat mempergunakan bahan pustaka
tersebut. Hal ini berhubungan erat dengan jumlah bahan pustaka yang dimiliki
perpustakaan. Sebuah perpustakaan yang memiliki koleksi yang terbatas, pada
umumnya pengembalian bahan pustaka yang tepat waktu merupakan hal yang sangat
penting, termaksuk penentuan waktu peminjaman bahan pustaka yang sangat
singkat.
Dengan
demikian perpustakaan dapat memenuhi kebutuhan pengguna, karena memiliki
koleksi yang sangat terbatas. Ada dua cara pengembalian bahan pustaka yang
biasa dilakukan diperpustakaan, yaitu pengguna membawa langsung bahan pustaka
yang hendak dikembalikan dengan memasukan dari luar kedalam kotak pengembalian atau
online.
pelayanan sirkulasi
adalah kegiatan yang harus ada di dalam perpustakaan yang berhubungan dengan
bagian peminjaman dan pengembalian bahan pustaka agar dapat dipergunakan oleh
pengguna secara maksimal. Agar perpustakaan dapat memainkan peranya dengan
baik/berdaya guna maka perpustakaan harus didukung oleh sarana, prasarana serta
tenaga kerja pengelola yang handal. Untuk itu tenaga pengelola perpustakaan perlu
dibekali pengetahuan dan keterampilan mengelola perpustakaan khususnya pada
bagian pelayanan sirkulasi.
B. Kajian Teori
Buku Pedoman Perpustakaan Perguruaan Tinggi (2004 : 6) pelayanan sirkulasi
adalah kegiatan melayangkan koleksi perpustakaan kepada para pemakai atau
pengguna perpustakaan dengan berbagai macam kegiatan.
Sulistyo-Basuki(1991
: 257) Meja sirkulasi, seringkali di anggap ujung tombak jasa perpustakaan
karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pengguna atau pemakai
serta paling sering di gunakan pemakai, karenanya unjuk kerja staf sirkulasi dapat
berpengaruh terhadap citra perpustakaan.
C. Kegiatannya
Dalam hal pengembalian buku ada beberapa Sarana yang digunakan untuk
memperlancar kegiatan pengembalian bahan pustaka diperpustakaan. Sarana
pengembalian bahan pustaka yang biasa digunakan terdiri dari:
1.
Kartu buku
2. Stempel “tanda kembali” untuk
memberikan tanda bukti bagi pengguna bahwa bahan pustaka yang dipinjamnya telah dikembalikan.
Pada
waktu bahan pustaka dikembalikan oleh peminjam, petugas harus memeriksa apakah
kondisi dari bahan pustaka dalam keadaan baik atau tidak dan apakah waktu
pengembalian bahan pustaka terlambat atau tidak. Ini terjadi pada Pelayanan
pengembalian pada perpustakaan kecil, bagian inilah yang sering dijadikan satu dengan bagian peminjaman
Menurut Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan
Tinggi (2004 : 81): Langkah kerja yang dilakukan oleh perpustakaan dalam
prosedur pengembalian bahan perpustakaan adalah:
1.
Memeriksa keutuhan buku dan tanggal kembali pada lembar tanggal kembali setelah
pengguna menyerahkan bahan perpustakaan yang akan dikembalikan.
2.
Mengambil kartu buku berdasarkan tanggal kembali.
3.
Mengambil kartu pinjaman dari kotak kartu pinjaman berdasarkan nomor anggota
yang tertera pada kartu buku.
4.
Membubuhkan stempel tanda “kembali” pada kartu buku, lembar tanggal kembali,
dan kartu pinjaman.
5. Mengembalikan
kartu buku pada kantong buku.
6.
Mengembalikan kartu pinjam kedalam kotak kartu buku.
7. Mengelompokkan buku menurut kode bukunya
untuk dikembalikan ke dalam rak.
8. Memilih buku: a. Yang rusak tetapi masih
dapat diperbaiki diletakkan pada suatu tempat untuk dikirim ke unit perawatan.
b. Yang rusak tidak dapat diperbaiki
diletakkan pada tempat lain untuk disiangi.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar,Sudirman dkk. Manajemen perpustakaan . 2019. Riau : Indra Girl
Sangat membantu.. Daebak
BalasHapusKamsahamidah
Mantul 👍
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNice marli😻
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusMasya allah bermanfaat
BalasHapusTrimakasi sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusThanks ilmu nya min😊
BalasHapusMantap
BalasHapus